Rabu, 01 September 2010

Film Hukum



25 Film Hukum Terbaik Versi abajournal.com
1. To Kill A Mockingbird (1962)
2. 12 Angry Men (1957)
3. My Cousin Vinny (1992)
4. Anatomy of a Murder (1959)
5. Inherit the Wind (1960)
6. Witness for the Prosecution (1957)
7. Breaker Morant (1980)
8. Philadelphia (1993)
9. Erin Brockovich (2000)
10. The Verdict (1982)
11. Presumed Innocent (1990)
12. Judgement at Nuremberg (1961)
13. A Man for All Seasons (1966)
14. A Few Good Men (1992)
15. Chicago (2002)
16. Kramer vs. Kramer (1979)
17. The Paper Chase (1973)
18. Reversal of Fortune (1990)
19. Compulsion (1959)
20. And Justice for All (1979)
21. In the Name of the Father (1993)
22. A Civil Action (1998)
23. Young Mr. Lincoln (1939)
24. Amistad (1997)
25. Miracle on 34th Street (1947)


10 Film Hukum Terbaik Versi Amazon.com
1. Sleepers
2. A Few Good Men
3. A Time to Kill
4. The Rainmaker
5. Legally Blonde
6. Erin Brockovich
7. Jagged Edge
8. Philadelphia
9. Defending Your Life
10. Devil’s Advocate

Jumat, 09 Juli 2010

Happy Tears

Seorang lelaki, ayah yang sudah tua. Tak mampu lagi mengurus diri sendiri. Dua orang saudara perempuan yang merupakan putri-putrinya sedang meluangkan waktu untuk bersama dengan ayahnya yang sudah tua. Ada perempuan yang selalu masuk ke kamar sang ayah, dalam waktu-waktu yang tak terduga, mengaku sebagai perawat. Tapi seorang anak perempuannya menaruh curiga bahwa perempuan yang sering masuk ke kamar ayahnya bukan perawat.

Ada pencarian harta yang ditimbun di sekitar rumah. Meski barang-barang rumah kemudian dijualnya, di lelang di halaman rumahnya. Suatu ketika anak muda yang membantunya untuk menjual barang-barang di rumah ayahnya itu tanpa diduga mabuk bersama dengan salah seorang anak perempuan itu. Digambarkan dengan berenang-renang di lautan.

Semua dijualnya. Meski kemudian di sebuah tv diberitakan sebuah ukiran yang dibeli seseorang tak dikenal itu merupakan sebuah karya yang tak ternilai. Calon suami salah satu anak perempuannya yang ternyata sibuk sebagai seniman mengalami depresi sehingga kemudian dirawat di rumah sakit jiwa. Sebelumnya tak sengaja menyipratkan darahnya sendiri pada kanvas yang sedang dilukisnya.

Jumat, 04 April 2008

Dari Depok Dalam aku naik angkot menuju stasiun Depok. Di stasiun aku membeli karcis kereta menuju cikini dengan harga Rp 1500. Aku diajak temanku, Purnomo untuk jalan-jalan ke Jakarta naik kereta. Ini pengalamanku pertama kali naik kereta dari Depok ke Jakarta.

Akhirnya kereta datang dari arah bogor. Penumpang yang siap masuk begitu antri. Begitu pintu kereta terbuka, entah siapa mendorong dengan keras semua penumpang. Hingga aku dan Purnomo dengan terpaksa terdorong hingga masuk ke dalam kereta, juga terpojok masuk hingga menabrak jendela kereta. Keadaannya seperti kacau saat itu. Beberapa penumpang terdengar berteriak mengingatkan “awas copet!”

Setelah semua penumpang dipaksa masuk ke dalam kereta, kemudian pintunya ditutup. Tak beberapa lama, seseorang mengaku hpnya dicuri, ke setiap orang ia meminta hpnya dikembalikan, ia begitu memelas agar hpnya segera dikembalikan. Ia lelaki masih muda, mengenakan kemeja putih tangan panjang, celana bahan warna hitam.

“Bang, tolong dong hp gue dibalikin” katanya

Semua tak memperdulikan, juga aku dan Purnomo. Hingga akhirnya ia turun di stasiun UI Depok. Kereta melaju, melewati stasiun-stasiun. Di setiap stasiun penumpang sedikit demi sedikit turun. Terbayang kecurigaan, bahwa yang mendorong di kereta tadi adalah kawana copet, ketika semua penumpang didorong masuk ke dalam kereta, kemudian kawanan copet beraksi dengan leluasa. Apabila lengah, maka barang bawaan akan melayang.

Aku dan Purnomo turun di stasiun cikini. Tiba-tiba seseorang berbadan besar agak gemuk, kulitnya hitam mengenakan topi kupluk berkata “bang, copet di kereta tadi sekitar dua puluh orang”